KESEHATAN

Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN SEMUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN SEMUA. Tampilkan semua postingan

JANGAN ASAL KOPAS

RENUNGAN MALAM

JANGAN ASAL KOPAS

Sertakan juga sumbernya.

Kenapa harus menyebutkan mashdar ketika menukil ?

๐Ÿ‘ˆ๐Ÿฝ   (( ู„ู…ุงุฐุง ู†ุทุงู„ุจ ุงู„ู†ุงุณ ุจุฐูƒุฑ ุงู„ู…ุตุฏุฑ ))

▪ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุจุฑ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :

ูŠู‚ุงู„ ุฅู† ู…ู† ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู„ู… ุฃู† ุชุถูŠู ุงู„ุดุฆ ุฅู„ู‰ ู‚ุงุฆู„ู‡ .

๐Ÿ“š ุงู„ุฌุงู…ุน  :  (2/922)

▪ ู‚ุงู„ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุงุจู† ุชูŠู…ูŠู‡ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :

 ูู…ู† ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠู†ู‚ู„ ู…ู‚ุงู„ู‡ ุนู† ุทุงุฆูู‡ ูู„ูŠุณู… ุงู„ู‚ุงุฆู„ ูˆุงู„ู†ุงู‚ู„ ูˆุฅู„ุง ููƒู„ ุฃุญุฏ ูŠู‚ุฏุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ูƒุฐุจ .

๐Ÿ“š ู…ู†ู‡ุงุฌ ุงู„ุณู†ู‡  : (518/2)

▪ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ุจุงุฑูƒ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :

ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ู…ู† ุงู„ุฏูŠู† ูˆู„ูˆู„ุง ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ู„ู‚ุงู„ ู…ู† ุดุงุก ู…ุงุดุงุก .

๐Ÿ“š ุงู„ู…ุฌุฑูˆุญูŠู†  :  (1/181)
-----------------------------------

Ibnu Abdil Barr : "Dikatakan bahwa termasuk dari keberkahan ilmu ialah dengan menyandarkan suatu faedah kepada pemiliknya."
(Al Jami' 2/922)

Syaikhul Islam: "Barangsiapa yang hendak menukilkan ucapan dari suatu kaum maka sebutkan orang yang mengatakan dan yang menukilkan, jika itu tidak dilakukan maka seseorang akan mampu dengan mudah untuk berdusta atas nama org lain."
(Minhajus Sunnah, 2/518)

Ibnul Mubarak : "Sanad termasuk bagian dari agama, kalaulah tidak ada sanad niscaya akan mudah orang berkata sesukanya."
(Al Majruhin 1/181)
_________

✍Fawaid diambil dari grup Wa. MUAMALAH KHAS


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TELITILAH DENGAN BAIK SEBELUM IKUT MENYEBARKAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


๐Ÿ› al-Imam asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,

๐Ÿ’ "Wajib atas setiap yang mendengar dari ulama untuk menyampaikan faidah ilmu yang telah dia pahami dan dia mengerti.

Hendaknya dia waspada jangan sampai dia menyampaikan sesuatu yang tidak dia pahami.

๐ŸŒฟ Karena sebagian orang terkadang menyampaikan banyak hal namun dia keliru. Sehingga dia menjadi berdusta dan merugikan pihak yang dia nukil darinya dan pihak yang dia sampaikan padanya.

⛔ Maka tidak boleh baginya menyampaikan kecuali berdasarkan/di atas ilmu, dan setelah meneliti dan mengerti secara mendalam dari apa yang dia dengar.

Sehingga dia bisa menyampaikan (dengan tepat) sebagaimana yang dia dengar dan dia ketahui. Tanpa ada tambahan dan pengurangan.

๐Ÿ”— Kalau tidak bisa demikian, maka hendaknya dia diam. Supaya dia tidak berdusta terhadap pihak yang dia nukil darinya dan tidak merugikan pihak lainnya."

๐Ÿ“š Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, 8/74

๐Ÿ’บู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุนุจุฏ ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุงุจู† ุจุงุฒ -ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ - :

๐Ÿšฉ ูุงู„ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุณู…ุน ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฃู† ูŠุจู„ุบ ุงู„ูุงุฆุฏุฉ ุงู„ุชูŠ ุนู‚ู„ู‡ุง ูˆูู‡ู…ู‡ุง ، ูˆู„ูŠุญุฐุฑ ุฃู† ูŠุจู„ุบ ู…ุง ู„ู… ูŠุนู‚ู„ ูˆู…ุง ู„ู… ูŠูู‡ู… ؛

 ู„ุฃู† ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ู‚ุฏ ูŠุจู„ุบ ุฃุดูŠุงุก ูŠุบู„ุท ููŠู‡ุง ููŠูƒูˆู† ูƒุงุฐุจุง ูˆู…ุถุฑุง ุจู…ู† ุจู„ุบ ุนู†ู‡ ูˆุจุงู„ู…ุจู„ุบูŠู† ، ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ุงู„ุชุจู„ูŠุบ ุฅู„ุง ุนู† ุนู„ู… ، ูˆุนู† ุชุญู‚ู‚ ูˆุจุตูŠุฑุฉ ู…ู…ุง ุณู…ุน ุญุชู‰ ูŠุจู„ุบ ูƒู…ุง ุณู…ุน ، ูˆูƒู…ุง ุนู„ู… ، ู…ู† ุฏูˆู† ุฒูŠุงุฏุฉ ูˆู…ู† ุฏูˆู† ู†ู‚ุต ، ูˆุฅู„ุง ูู„ูŠู…ุณูƒ ุญุชู‰ ู„ุง ูŠูƒุฐุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุจู„ุบ ุนู†ู‡ ، ูˆุญุชู‰ ู„ุง ูŠุถุฑ ุบูŠุฑู‡ .

๐Ÿ“œ【 ู…ุฌู…ูˆุน ูุชุงูˆู‰ ูˆู…ู‚ุงู„ุงุช (ูงูค/ูจ) 】

•••••••••••••••••••••
๐ŸŒ ๐Ÿ“๐Ÿ“ก Majmu'ah Manhajul Anbiya

๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www . manhajul-anbiya . net


•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
       ๐ŸƒTurut menyebarkan:
Whatsapp: ๐ŸŒนsyarhus sunnah lin nisaa`
Website:
http://catatanmms. wordpress. com

Prof.Dr.M.Ryaas Rasyid mengenai kondisi Pemerintahan saat ini

Pendapat Pakar Pemerintahan

Prof.Dr.M.Ryaas Rasyid mengenai kondisi Pemerintahan saat ini

Negara itu hakekatnya sebuah sistem hukum. Kalau hukum amburadul karena penegak hukum takut, tersandera, atau memainkan hukum semaunya sendiri maka pada hakekatnya negara sdh goyah, sdh darurat. Kalau para pejabat negara diam saja melihat ke daruratan itu, pantaslah merekร  dianggap penakut. Kalau penjaga moral negara pun diam pantaslah mereka disebut munafiq. Kalau para pemimpin raKyat ikut diam, merekร  sdh ga layak disebut pemimpin. Kalau para cerdik cendekia diam, batallah kecendekiaannya.( Prof.Dr.M.Ryaas Rasyid)

Pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

Pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo ... Masyaa Allah sangat bagus untuk kita simak.


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang terhormat,

Ketua-ketua umum ormas Islam

Tokoh tokoh lintas agama

Para pejabat pemerintah daerah dan para pejabat TNI Polri.

Para Ulama-Santri segenap para alim ulama para Kiai, hadirin undangan yang bebahagia.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT Karena hanya atas kuasa dan ridhonya kita dapat hadir dalam acara Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Tugu Proklamasi yang memiliki nilai stratagis.

Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan, mengapa begitu saya diundang saya hadir di sini. Saya datang tidak sendirian, saya datang dengan dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Kopasus, ada Marinir, ada Paskas, ada Kostrad, ada Armed.

Ini untuk mengingatkan generasi muda, bahwa perjuangan bangsa sejak proklamasi kemerdekaan tidak dilakukan oleh TNI, tetapi yang merebut kemerdekaan adalah seluruh komponen bangsa, termasuk para ulama. Setelah merdeka baru TNI lahir. Jadi yang memerdekaan bangsa Indonesai bukan TNI, tetapi bapak-ibu kandung TNI, sehingga TNI adalah anak kandung raya.

Karena sejarah mencatat rangkaian peristiwa ini, bersentuhan langsung dengan kedaulatan Republik Indonesia, Terdapat 4 peristiwa penting yang saling mempengaruhi dan saling menguatkan yaitu: peristiwa tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. 5 Oktober hari pembentukan TKR sekarang TNI. 22 Oktober sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU. Dan 10 November pecahnya perang di Surabaya yang kita kenal sebagai hari pahlawan hanya dalam hitungan empat bulan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan motivasi yang ditunjukkan para santri sebagai generasi muda bangsa yang terus memelihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada tanah air, salah satunya diwujudkan pada gerak jalan memperingati Resolusi Jihad yang menempuh jarak ratusan kilometer diawali dari tugu pahlawan di Surabaya dan sampai di tugu proklamasi di Jakarta.

Hadirin undangan, peserta gerak jalan yang berbahagia.

Setelah tujuh puluh tahun berlalu, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari peristiwa Resolusi Jihad antara lain: bahwa perjuangan melawan penjajah saat itu, terkait erat dengan Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Ra'is akbar NU KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Bangsa penjajah tidak rela negeri ini merdeka sehingga berusaha untuk menguasai kembali tanah air kita. NICA membonceng sekutu untuk menguasai tanah air Indonesia, namun hal itu diketahui oleh para pejuang kemerdekaan dan ditindaklanjuti dengan merapatkan barisan untuk menolak kedatangan kolonialis.Untuk itu para santri berkumpul di seluruh wilayah, Jawa, Madura, seluruh Jawa mereka mengatur langkah strategi perjuangan sebagai kewajiban mempertahankan tanah air dan bangsanya.

Peran KH Hasyim Asy’ari

Dan pada tanggal 17 September 1945, Presiden Soekarno, memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH. Hasyim Asyari, sehingga KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah fatwa jihad yang berisikan jihad bahwa perjuangan membela tanah air adalah merupakan jihad fi sabilillah.

Dan selanjutnya menilai situasi di sekitar Surabaya Jawa Timur, atas pemikiran Mayor Jenderal TKR pada waktu itu, Mustopo, sebagai komandan sektor perlawaan Surabaya, bersama Sungkono, Bung Tomo dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap KH. Hasyim Asyari untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjend Mallaby untuk menunjukkan eksistensi adanya perlawanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Mengapa demikian, karena pada saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, banyak bangsa-bangsa dunia dan PBB belum yakin apakah perjuangan kemerdekaan bangsa ini diberi hadiah oleh penjajah ataukah perlawanan rakyat. Untuk itu makna perjuangan 10 November mempunyai makna yang luar biasa, bahwa bangsa Indonesia bukan diberi tapi melawan mengusir penjajah. Maka lahirlah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yaitu berperang menolak dan melawan penjajah itu fardhu ain yang dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki, perempuan, anak-anak bersenjata atau tidak.Bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tenpat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi kewajiban itu menjadi fardhu kifayah yang cukup kalau dikerjakan sebagian saja untuk membantu perjuangan di wilayahnya.

Tanpa Resolusi Jihad, maka tidak ada perlawanan heroik. Jika tidak ada perlawanan heroik maka tidak ada hari pahlawan 10 November. Dan bisa mungkin mustahil bangsa Indonesia ada seperti saat ini.

Saya ingin pula menceritakan bahwa sebenarnya, perlawanan secara heroik bukan dilaksanakan tanggal 10, tetapi lebih awal. Jadi pada saat itu KH. Hasyim Asyari menyampaikan,”Kita tunda, kita menunggu singa Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas bin Abdul Jamil”. Beliau adalah cicit dari MBah Muqoyyim, pendiri pesantren Buntet Cirebon.

Dan KH. Hasyim Asyari memerintahkan setelah Kiai Abbas bin Abdul Jamil datang, memerintahkan bahwa komando tertinggi Laskar Hizbullah diserahkan untuk memimpin langsung penyerangan sekutu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pengaruh yang kuat membuat keputusan KH. Hasyim Asyari tersebut mengundurkan waktu sangat tepat. Sehingga terjadilah pertempuran yang sangat heroik yang kita kenal hari ini menjadi hari pahlawan. Hari ini mempunyai makna yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan kepentingan mempertahankan kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah. Siapapun dan di manapun mempunyai kewajiban yang sama membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga Jimat Jendral Sudirman

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengingatkan, dan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemerdekaan Resolusi Jihad, hari pahlawan, dan TNI memiliki hubungan historis yang erat dan menentukan. Kita tahu bahwa panglima TNI yang abadi, yang pertama, yaitu Jendral Sudirman, adalah seorang guru agama, seorang santri. Saya sedikit menceritakan bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman. Bahwa pada saat Jendral Sudirman belasan orang melakukan gerilya, ada satu orang penghianat. Maka pada saat Jendral Sudirman di rumah penduduk, karena penghianat ini melaporkan kepada Belanda, dikepung.

Tim pengamanan paling depan melaporkan, “Pak Dhe kita sudah dikepung.”

“Tenang, semuanya ganti pakaian, dan berdzikir bersama-sama saya.” (Mereka) melakukan tahlil Lailahaillah, Lailahaillah, Lailahaillah.

Belanda masuk, ditunjukkan anak buahnya Pak Dirman (yang pengkhianat itu), “Ini yang namanya Sudirman, yang Tuan cari-cari selama ini.”

Dilihat-lihat (oleh pihak Belanda),“Saya tidak percaya ini Sudirman.”

“Pak Saya anak buahnya, saya bersama-sama bergerilya.”

Dilihat-lihat lagi, tapi tetap tidak percaya.

Belanda itu mencabut pistol. “Kamu pembohong!” Dan penghianat itu ditembak di depan Pak Dirman.

Makna ini mengingatkan, jangan sekali-kali kita menjadi penghianat bangsa. Baru di dunia saja sudah dihukum oleh Allah apalagi di akhirat nanti.

Kemudian, peristiwa demi peristiwa Pak Dirman dikawal oleh Pak Tjokropranolo, dan Pak Suparjo Rustam. Beliau berdua Pak Tjokropranolo dan Pak Rustam, karena saking penasarannya bertanya. Pak Dirman kadang-kadang dipanggil Pak Dhe kadang-kadang dipanggil Pak Yai. “Pak Yai, saya pingin tahu, jimatnya Pak Yai itu apa? Kita dikepung, Pak Yai tenang saja. Malah penghianat yang ditembak. Kita ditembaki, Pak Yai tenang-tenang saja.”

Beliu menjawab, “Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu kamu kan bawa kendi saya, saya selalu berwudlu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua saya tidak pernah shalat tidak tepat waktu. Selalu bersih, waktunya shalat saya pasti salat, kamu tahu kan? Dan yang ketiga, jimat saya yang ketiga adalah semua yang saya lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat dan bangsa Indonesia.”

Wassalamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 Video Pidato lengkap Jendral Gatot Nurmantyo bisa dilihat di situs Youtube

dari Felix Siauw

1. sedih saat melihat ada Muslim 'toleransi'nya over sama agama lain | tapi nyolotnya luar biasa saat berhadapan dengan sesama Muslim

2. perbedaan yang beda agama mati-matian dibela | yang sama Islam agamanya malah dihujat mati-matian

3. saat bicara kekurangan sesama Muslim dia sangat bangga | tapi saat ummat lain ada kekurangan malah dia yang minta memaklumi

4. sejelek-jeleknya Muslim, apabila dia sudah bersyahadat, dia saudara | adapun kekurangannya adalah tugas kita, membenahi dan menasihati

5. sebagus-bagusnya yang bukan Muslim, urusannya hanya di dunia | di akhirat kita tak bersama, di akhirat semua akan jadi sia-sia

6. apalagi hanya karena berbeda paham, lantas dianggap musuh | sungguh tak adil, harusnya sesama Muslim lebih layak ditolerir

7. hanya karena kita tak tumbuh jenggot, atau tak mau berjenggot | apakah harus menjelek-jelekkan yang ingin memelihara jenggot?

8. terlepas jenggot sunnah atau tak sunnah, mencela adalah adab buruk | yahudi dan nasrani berjenggot saja kita biarkan, ini sesama Muslim?

9. padahal akidahnya sama, rujukannya juga sama Al-Qur'an dan As-Sunnah | hanya karena beda yang boleh, seolah yang beda harus dipukul

10. dari situ kita mulai belajar menyemai benih-benih takabur | "dia wahabi aku ahlu-sunnah", "dia pelaku bid'ah aku di jalan sunnah"

11. padahal yang dikata wahabi juga meniti jalan ahlu-sunnah | padahal yang dituduh bid'ah juga berdasarkan sunnah

12. kita mulai meninggalkan "saling menyayangi diantara mereka" | yang kita kedepankan ego kelompok, atau malah ego dan agenda pribadi

13. coba ambil waktu sendiri, bertanyalah pada jiwa dengan tenang | "apakah sesama Muslim yang kita benci itu telah keluar dari Islam?"

14. padahal banyak yang justru jelas-jelas sesat berbeda aqidah | namun kita bungkam dan sering tertunduk mesra

15. saya sering duduk dengan yang dikata wahabi-salafi | ada yang saya tak sepakat, namun lebih banyak yang sepakat

16. guru-guru saya kebanyakan dari yang dikata ahlu-sunnah wal jamaah | alhamdulillah sampai sekarang masih banyak belajar dari mereka

17. selama mereka masih Muslim, ada hak yang harus kita penuhi | darahnya, hartanya, kehormatannya, haram bagi kita, harus kita bela

18. sederhana, karena saya pun tak tahu apakah saya menetapi jalan yang benar | yang saya tahu, saya berusaha terbaik di jalan yang benar

19. apalagi kelak di akhirat, saya ketahui saudara-saudara Muslim saya itu | yang kelak membela saya dihadapan Allah, sebab cinta mereka

20. masih banyak jalan yang harus ditempuh, kita perlu sahabat | masih banyak lawan yang menunggu, kita harus bersatu padu, semua Muslim

21. sudah tak perlu mengada-adakan perbedaan yang tidak ada | bijak dalam berbeda paham, selama dia Muslim, dia saudara\

Felix Siauw @felixsiauw
22. kita harusnya tahu, lebih banyak yang bisa kita selesaikan dengan makan bersama | ketimbang melempar ucapan berbisa nan menyakiti

Sindir Keras FPI, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah Bertanya : Siapa Penghina Al-Qur’an ?

Sindir Keras FPI, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah Bertanya : Siapa Penghina Al-Qur’an?

Terdengar santer dari kota kecil Purworejo, tentang akan adanya Demo di Jakarta pada 4 November 2016 mendatang. Jika benar, demo “mengganyang” Ahok ini yang kedua setelah 14 Oktober 2016 lalu, beberapa ormas Islam seperti FUI dan FPI menggenangi depan Balai Kota Jakarta. Tanggal 4 November 2016 depan, kata berbagai pamflet itu, isunya tetap sama: menuntut dihukumnya Ahok. Kata mereka, ia penghina Al-Qur’an. Benarkah demikian?

Sebenarnya, saya tidak ingin menulis ini. Selain karena saya bukan warga Jakarta, saya juga masih punya sederet urusan pribadi yang tak kunjung kelar, yang mestinya harus saya tangani. Namun apa daya, banyak teman-teman yang menanyakan perihal itu kepada saya. Kebetulan, saya sedikit mengikuti berita dan wacana itu: penghinaan Al-Qur’an. Untuk sedikit memberi gambaran, minimal pandangan subyektif saya, akan saya ulas melalui tulisan ini.

Ada satu kata kunci dalam tulisan ini yang perlu dipegang, yaitu kata “menghina”. Kata ini penting untuk dibahas nantinya, karena menjadi salah-satu pemantik atau pemicu timbulnya kegaduhan sosial di Jakarta yang kemudian menjadi diskursus bahkan kegaduhan nasional.

Baiklah, kita mulai. Bismillahirrahmanirrahim.

Pertama, benih kegaduhan di mulai dari banyaknya serangan yang dialamatkan kepada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dengan menggunakan surat Al-Maidah ayat: 51 oleh beberapa kelompok untuk berkampanye menggalang kekuatan massa. Salah satu surat dalam Al-Qur’an yang masih multi-interpretatif itu digunakan salah satu kelompok untuk kampanye: jangan memilih Ahok. Serangan ini bisa dilihat di Youtube.

Kedua, dengan adanya banyak serangan tersebut, Ahok merasa risih. Dalam suatu kunjungannya di Pulau Seribu, ia berpidato yang pada intinya: “…jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah ayat 51….,” diteruskan dengan sikapnya: mau milih silakan, mau tidak milih silakan. Ahok memberi kebebasan.

Ketiga, oleh seorang yang bernama Buni Yani, video tersebut dipotong kata “dipakai”-nya lalu diunggah melalui akun fesbuknya dengan ditambahi caption yang provokatif. Babak baru dimulai. Menyebarlah video itu karena banyak di-share. Inilah era digital, dimana satu akun fesbuk, di kemudian hari, bisa menjadi “wasilah” kegaduhan nasional.

Keempat, video itu kemudian menjadi viral dan pemicu marahnya kaum muslimin. Ya, dengan hilangnya beberapa kata, tentu menghilangkan substansi dan makna. Di sini orang banyak terjebak, jika tidak tahu yang sebenarnya. Siapa yang tidak marah mendengar kalimat editan: “jangan mau dibohongi Al-Maidah ayat 51”? Saya pun tentu akan marah, dan bila perlu memimpin laskar untuk demo di Jakarta, jika kata-kata itu yang memang dia keluarkan. Setelah saya cek, ternyata video itu diedit sedemikian rupa.

Setelah gaduh, ILC, salah satu program favorit yang beberapa kali mendapat Panasonic Award, mengangkat tema itu. Nusron Wahid, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Jawa dan Sumatera ditunjuk menjadi juru bicara. Nusron memulai “orasi”-nya dengan kata-kata bijak: “timbulnya konflik itu disebabkan dua hal: salah paham atau pahamnya salah”. Dalam pada itu, ia juga mengecam keras isu Suku, Ras dan Agama (SARA) untuk berkampanye karena rentan konflik. Ia juga memberi data dan fakta bahwa kekhalifahan Islam terdahulu sudah ada yang mengangkat non-muslim menjadi gubernur. Ia menekankan agar kembali ke konstitusi negara kita: UUD 1945 dan Pancasila. Namun, keterangan mantan Ketum PP GP Ansor tersebut justru membikin kegaduhan baru, karena beberapa hal.

(Pertama) karena ayat tersebut multi-interpretatif (multi-tafsir). Artinya, di internal umat Islam sendiri masih ada berbagai tafsir, khususnya pada kalimat “Auliya” yang oleh mereka yang memaknainya dengan “pemimpin”, juga soal hukum bagaimana mengangkat pemimpin non-muslim. Meski demikian, ada banyak hikmah di sini. Hampir semua umat Islam Indonesia yang melek teknologi jadi tahu bahwa Al-Qur’an memiliki ayat itu, beserta arti dan tafsirnya yang beragam.

Para intelektual, mulai yang tua dan yang muda seperti Nadirsyah Hosen (Rais Syuriah PCI NU Australia), KH. M. Ishomudin (Syuriah PBNU), Zuhairi Misrawi (intelektual muda NU), Muhammad Guntur Romli (intelektual muda NU) dan banyak intelektual muda Islam lain mengkaji ayat itu lengkap dengan referensi dari ulama klasik dan konteks sosiologis turunnya ayat (asbaabul nuzul).

Juga, hasil tafsiran dari salah satu mufassir terbaik di Asia Tenggara, Prof Dr M Qurais Shihab, kembali bertebaran di media. Seakan Allah SWT ingin mengajari umat Islam untuk lebih memperdalam lagi agama yang dipeluk mayoritas masyarakat Nusantara. Ingin tahu apa hasil kajiannya, silakan di searching atau googling hasil riset dan pemikiran tokoh-tokoh kita itu.

(Kedua), mengapa statemen Nusron Wahid menjadi gaduh, adalah karena pembawaannya yang dinilai “kurang sopan”, sambil melotot-melotot. Padahal pembawaan aslinya memang melotot. Dalam hal ini, seorang ustadz yang rajin menyuruh umat Islam untuk bersedekah, dinilai oleh banyak kalangan menyindir Nusron Wahid dengan meminta agar generasi muda tidak sepertinya, memulai video sambil menangis sedih. Ustadz berinisial YM ini cenderung menyalahkan sikap Nusron dan menghadap-hadapkanya dengan ulama.

Menanggapi hal ini, saya mewajarkan karena tiga hal: (1) Nusron agak marah dengan orang yang menggunakan ayat untuk berkampanye. (2) ia tidak menentang ulama yang benar-benar ulama, tetapi “ulama” yang pandai menyitir ayat untuk kepentingan politik.
(3) memang seperti itulah pembawaan Nusron. Dia orangnya tidak suka basa-basi seperti politisi lain, banyak yang jaim. Namun, satu hal dari dia, sepengetahuan saya, selain memiliki nasionalisme yang tinggi, dia juga selalu konsisten dengan apa yang dikatakan dengan yang dilakukan. Kemudian beberapa ustadz yang dikenal di media juga memberi statement yang justru memperkeruh suasana dan membakar hati kaum muslimin.

Kelima, karena video dan berita semakin viral, dimobilisirlah beberapa kelompok Islam untuk demo. Pada Jumat, 14 Oktober 2016, mereka yang hatinya merasa terbakar berdemo di depan balai kota Jakarta. Alhamdulillah, meski dipenuhi spanduk yang profokatif, demo yang diikuti ribuan orang itu berjalan tertib dan tanpa anarki, dengan dikawal polisi dan TNI. Mereka meninta Ahok meminta maaf dan mendorong polisi untuk menyelidikinya secara hukum.

Keenam, karena banyak desakan, Ahok yang belum terbukti secara hukum bersalah itu, meminta maaf. Ia klarifikasi bahwa tidak ada maksud (niat) untuk melecehkan Al-Qur’an. Dalam hal ini juga ditegaskan oleh Nusron di ILC, bahwa yang tahu sebenarnya ayat Allah itu hanyalah Allah, adapun tafsir ulama bisa benar dan bisa kurang benar. Sama, katanya, seperti maksud puisi itu yang paling tahu adalah penulisnya. Kata ini juga diplintir oleh mereka dengan mengatakan Nusron menghina institusi ulama, padahal memang demikian adanya.

Bagi yang tahu ilmu tafsir dan metodologi pengambilan hukum, bahkan sekelas Imam Syafii pun, tidak berani mengatakan “produk ijtihadnya” paling benar atau benar-benar benar. Artinya, kalau yang bersangkutan sudah meminta maaf dan tidak bermaksud menghina Al-Qur’an, sudah selesai masalahnya.

Apalagi, kata-kata Ahok tersebut dipotong, dan potongan ayat itulah yang kemudian dijadikan dasar orang untuk marah, benci dan terbakar hatinya kepada Ahok. Tanpa klarifikasi (tabayyun), sebuah ajaran Al-Qur’an bagi kaum beriman jika mendapat kabar berita, mereka langsung menjustifikasi.

Saya khawatir jika justru yang menghina adalah sebagian dari kita – umat muslim sendiri – yang tak sempat atau tak mau memakai perintah Allah itu: tabayyun. Jika ini yang terjadi, semoga mereka atau kami lekas mendapat hidayah. Sepengetahuan saya, dalam kaidah fiqh disebutkan: maqasidullafzi ‘ala niatillafidzi, maksud perkataan ada pada orang yang berkata. Jelaslah, Ahok berbesar hati dan mengubur gengsi untuk mau meminta maaf meski belum terbukti bersalah.

Ketujuh, sikap MUI keluar. Pada intinya, karena Ahok sudah meminta maaf, sebagai umat Islam sudah seyogyanya memaafkannya. Sebagai intitusi, MUI memaafkan sikap Ahok tersebut, dan menyerahkan urusannya kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini polisi. Adapun jika ada anggota MUI yang tidak setuju dengan sikap resmi MUI, KH Ma’ruf Amin selaku ketua MUI mengatakan bahwa itu adalah sikap pribadi. MUI menyarankan untuk tidak membesar-besarkan masalah ini.

Kedelapan, kegaduhan semakin parah, khususnya di media online. Tak bisa dibendung. Kalangan yang berkepentingan pun ikut memanfaatkan suasana ini. Secara parsial, mereka yang demo itu hanya ingin agar Ahok tidak menjadi gubernur lagi.

Orang-orang yang demo itu, setelah saya teliti, sebagian yang dulu menghina Gus Dur, membuat Gubernur Tandingan dan kelompok yang menginginkan berdirinya Khilafah dan anti-Pancasila. Isu Ahok itu mereka giring sedemikian rupa sebagai sesuatu yang marketable. Kemudian, secara komprehensif, adanya keriuhan ini semakin ditunggangi kekuatan yang lebih besar: mereka ingin kehancuran NKRI.

Di sini, entah kenapa kemudian saya treringat kata filsuf Islam, Ibnu Rusyd: "Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah sesuatu yang batil dengan agama."

Yah, isu agama itu mudah dan murah. Ini terbukti banyak digunakan mulai dari peristiwa 11 September, Bom Bali sampai Terorisme, semua berkedok agama. Padahal motifnya ekonomi dan politik.

Kesembilan, berdasarkan laporan Rumadi, ketua Lakpesdam PBNU, Tanggal 4 November 2016 kabarnya akan ada demo besar di Jakarta. “Bukan hanya dari Jakarta, massa dari luar Jakarta akan digerakkan. Ribuan orang mungkin akan mengepung Jakarta. Istana negara akan menjadi sasaran. Rencana sudah disusun. Pamflet sudah disebarkan ke berbagai penjuru. Petunjuk teknis demo juga sudah diberikan, mulai dari membawa perlengkapan menginap, membaca wirid, sampai membuat wasiat jika tidak bisa pulang,” tulisnya di akun fesbuk (27/10). Benar salah-nya Wallau A’lam.

Saya tidak menolak demo itu. Saya mencintai mereka semua, sebagai muslim, orang Indonesia ataupun manusia. Itu hak mereka sebagai warga negara untuk berdemo, terlepas bahwa menurut saya demo itu tergerak karena kesalahpahaman mereka akan barisan kata-kata.

Memang, di sisi lain, Ahok juga kurang pandai dalam bersikap dan berkata-kata. Tapi itulah kelemahannya, di balik kelebihannya yang tegas, jujur dan transparan. Ia suka ceplas-ceplos. Indonesia masih melihat orang dari sopan santun dan unggah-ungguh.

Tapi itu mending bagi saya, daripada politisi yang lugu, kalem, ramah, tapi tahu-tahu nggarong duit rakyat. Akhlak itu alat, dan alat bisa juga untuk menipu. Semua penipu hampir memakai akhlak untuk menjalankan misinya. Tentu, yang baik dan utama adalah berakhlak dan digunakan untuk kebaikan. Namun toh itu sulit di zaman sekarang.

Itulah kronologi yang saya tahu dan saya analisa. Jika ada yang baik dan benar, silakan di ambil syukur-syukur di-share agar orang-orang tahu. Apabila ada yang salah atau kurang baik, saya terbuka untuk di koreksi.

Niat saya menulis ini, jauh sebelum kata pertama saya tulis, adalah agar negara kita tidak terpecah belah, apalagi karena perang saudara. Jika sedikit saja ada anarki, kekerasan, lebih-lebih pertumpahan darah, pasukan Dewan Keamanan PBB kapan saja bisa turun untuk mengambil-alih keadaan dengan dalih HAM, stabilitas dan alasan tetek-bengek. Lalu kita akan bernasib sama dengan saudara-saudara kita di Timur Tengah seperti Afganistan, Libia dan Syuriah.

Semoga, kekhawatiran saya hanyalah sebuah kekhawatiran belaka. Semoga Allah memiliki cara tersendiri untuk merawat Islam dan Indonesia ini menjadi sentrum peradaban dunia, ditengah berbagai krisis moral dunia pertama, yang selalu bernafsu merebut emas, minyak, pasar dan SDA dengan berbagai cara, salah satunya merubah peraturan dan memecah-belah negara ketiga.

Ihdinas shiraatal mustaqim. Shiraatalladziina an’amta alaihim, ghairil maghdzuubi 'alaihim waladl-dlaalliin.

Dan semoga, yang membaca tulisan ini, tidak ikut-ikutan berdemo.

Amin.

Penulis adalah Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah (2013-2016).

sumber: Dari situs resmi Nahdlatul Ulama NU . co .id

BIARKAN SEJARAH BICARA

BIARKAN SEJARAH BICARA

Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya

Penyerahan kunci Istana Al-Hambra oleh Sultan Muhammad As-Shaghir kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada 2 January 1492 M menandai berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol. Itu artinya, secara politik Islam sama sekali tidak memiliki hak terhadap Spanyol.

Namun berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol tidak serta merta mengakhiri kisah kaum muslimin di negeri itu, penyerahan kekuasaan justru merupakan awal dari sejarah kelam kaum muslimin di sana. Piagam Granada yang menjanjikan kebebasan beragama bagi kaum muslimin rupanya tidak berumur panjang.

Pada tahun 1502 umat Islam diberi dua opsi, mameluk Kristen atau pergi meninggalkan bumi Spanyol. Artinya, menetap di Spanyol dengan tetap memeluk agama Islam sama artinya dengan bunuh diri.

Banyak kaum muslimin yang memilih meninggalkan Spanyol, namun tidak sedikit yang memilih pindah agama secara dzohir, namun tetap beribadah secara Islami dengan sembunyi-sembunyi. Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai kaum Moriscos.

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan kaum Moriscos dianggap sebagai sebuah ancaman. Sehingga antara tahun 1508-1567 keluar sejumlah peraturan yang melarang segala hal yang bernuansa Islam, baik pakaian maupun nama. Penggunaan bahasa Arab juga dilarang. Anak-anak kaum muslimin dipaksa untuk menerima pendidikan dari para pendeta Kristen.

Puncaknya pada tahun 1609-1614 sebanyak 300.000 Moriscos diusir dari Spanyol oleh Raja Philip III. Benar-benar sebuah kenyataan sejarah yang pahit dan menyedihkan.

Dari Spanyol mari kita pindah ke belahan bumi yang lain, tepatnya ke Turky tempat dimana kekhalifahan Ottoman berpusat. Setelah mendengar penyiksaan yang dilakukan penguasa Spanyol terhadap kaum muslimin, Sultan Salim I marah besar, dia mengeluarkan Dekrit yang berisi perintah kepada seluruh penganut Yahudi dan Nasrani yang berada di bawah kekuasaannya untuk memilih satu dari dua opsi, tinggal menetap dengan catatan memeluk agama Islam atau pergi meninggalkan Tanah Kekhalifahan. Mendengar Dekrit tersebut, Syaikh Ali Afandi At-Tirnabily selaku Mufti Ottoman saat itu menyampaikan penolakannya terhadap Dekrit Sultan.
Mufti menjelaskan bahwa Dekrit tersebut tidak boleh dilaksanakan sekalipun kaum muslimin disembelih di negeri-negeri Salib. Mufti juga menjelaskan bahwa selamanya tidak ada paksaan dalam beragama.

Akhirnya Sultan Salim menarik keputusannya dan membiarkan penganut Yahudi dan Nashrani tinggal dengan aman dan damai di bawah pemerintahannya. Iya, mereka semua tinggal dengan aman dan damai disaat pemerintah Spanyol menyembelih ratusan ribu kaum muslimin di negaranya.

Allahu Akbar..!!! Betapa agungnya Islam..

Batapa agungnya peradaban Islam…

Sikap Sultan Salim yang tunduk pada rambu-rambu keislaman sudah cukup sebagai jawaban bahwa Islam bukan teroris, namun sebagai rahmatan lil 'aalamin. Dimana bila Islam berkuasa, dia akan menjadi pengayom bagi semua.

Andai Islam intoleran seperti yang mereka tuduhkan, tentu tidak akan satu Yahudi atau satu Kristenpun yang tersisa di tanah Andalus, Turky, Mesir, Lebanon, Jordan dan sejumlah negara lainnya saat Islam berkuasa di sana.
Inilah sejarah kami…

JADI TIDAK USAH MENGAJARI KAMI TTG TOLERANSI

Sumber bacaan:
1. Tarikh Al-Muslimiin Fi Al-Andalus. DR. Muhammad Suhail Thaqus. Penerbit: Daar A-Nafais
2. Udzama’ Al Mi’ah. Jihad At-Turbany. Penerbit: Daar At-Taqwa
___
Madinah 02-08-1436 H
Mari kita share ttg sejarah ini

JULAIBIB RADHIYALLAHU ANHU (DIA MEMILIH BERJIHAD DAN MERINDUKAN SYAHID)

JULAIBIB RADHIYALLAHU ANHU (DIA MEMILIH BERJIHAD DAN MERINDUKAN SYAHID)


“Sami’na wa`atha’na”, itulah sikap seorang mukmin ketika sampai kepadanya perintah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Sikap ini sebagai bukti keimanannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sebagai bukti kecintaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala *. Memang demikianlah, menjadi keharusan bagi seseorang yang telah bersaksi Muhammad adalah utusan Allah untuk menerima segala yang telah menjadi keputusan Rasulullah. Tidak ada lagi pilihan bagi dirinya, kecuali harus tunduk dan patuh, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan kecuali dalam perintah tersebut mengandung banyak hikmah. Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang, kecuali dalam larangan itu terdapat bahaya besar.

Sikap taat, tunduk dan patuh itu selalu menghiasi para sahabat Rasulullah yang merupakan satu generasi terdidik di bawah naungan cahaya Nubuwwah. Generasi yang dipuji oleh Allah dan yang terpilih untuk menemani, serta mendukung dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ู„ِู…ُุคْู…ِู†ٍ ูˆَู„َุง ู…ُุคْู…ِู†َุฉٍ ุฅِุฐَุง ู‚َุถَู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَู…ْุฑًุง ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†َ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุฎِูŠَุฑَุฉُ ู…ِู†ْ ุฃَู…ْุฑِู‡ِู…ْ ۗ ูˆَู…َู†ْ ูŠَุนْุตِ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ูَู‚َุฏْ ุถَู„َّ ุถَู„َุงู„ًุง ู…ُุจِูŠู†ًุง

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [al-Ahzรขb/33 : 36].

Ada suatu kisah sangat menarik berkaitan dengan ayat yang mulia ini. Yaitu kisah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Julaibib Radhiyallahu anhu. Sahabat ini bukan termasuk orang terpandang di kalangan kaum Anshar. Perawakannya juga kurang bagus. Sahabat ini termasuk dalam kategori orang miskin, tidak memiliki harta. Meskipun demikian, beliau sangat dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ketakwaan yang ada pada dirinya.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menikahkannya dengan salah seorang putri sahabat Anshar. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah sahabat Anshar ini dan berkata: “Nikahkanlah putrimu denganku”.

Mendengar ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sahabat tadi tanpa berpikir panjang langsung menerima tawaran Rasulullah. Satu kesempatan yang sangat berharga, dan suatu kebanggaan tak ternilai ketika terjalin hubungan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Akan tetapi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa pinangan ini bukan untuk dirinya.

“Kalau begitu pinangan ini untuk siapa, wahai Rasulullah?” katanya dengan penuh tanda tanya.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Untuk Julaibib Radhiyallahu anhu”.

Dengan penuh kebingungan sahabat itu menjawab: “Baiklah, wahai Rasulullah! Tetapi aku harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan istriku”.

Pergilah sahabat ini menemui istrinya. Terlintas di benaknya, apa kata orang jika putriku menikah dengan Julaibib Radhiyallahu anhu ?! Bagaimana martabat keluarganya?!

Setelah bertemu dengan istrinya, iapun menceritakan pinangan Rasulullah. Dia berkata: “Wahai, istriku. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminang putrimu,” serta merta istrinya menjawab: “Iya, aku sangat setuju”.

“Akan tetapi Rasulullah tidak meminang untuk dirinya, ” jelas sang suami.

“Lantas untuk siapa pinangan itu,” tanya istrinya penuh keheranan.

“Rasulullah meminangnya untuk Julaibib Radhiyallahu anhu ,” tandasnya.

Istrinya menjawab: “Untuk Julaibib Radhiyallahu anhu ? Tidak! Aku tidak setuju. Jangan engkau nikahkan dengannya!”

Mereka enggan memiliki seorang menantu seperti Julaibib Radhiyallahu anhu yang tidak memiliki apa-apa. Demikianlah, keadaan sebagian orang tua yang terkadang lebih mengutamakan dunia seseorang dari pada agamanya.

Percakapan itu ternyata terdengan oleh putrinya. Lantas bagaimana dengan sikap putrinya mendengar pinangan dari Rasulullah?

Tak disangka, ketika bapaknya hendak beranjak pergi untuk menolak pinangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , terdengarlah suara dari dalam kamar: “Siapakah yang telah meminangku, wahai ayah?”

Sang ibu kemudian menceritakan bahwa yang meminang adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , akan tetapi pinangan itu bukan untuk dirinya, tetapi untuk Jualaibib,

Ternyata putrinya menjawab dengan tegas: “Apakah kalian menolak perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Tidakah kalian mendengar firman Allah

ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ู„ِู…ُุคْู…ِู†ٍ ูˆَู„َุง ู…ُุคْู…ِู†َุฉٍ ุฅِุฐَุง ู‚َุถَู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَู…ْุฑًุง ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†َ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุฎِูŠَุฑَุฉُ ู…ِู†ْ ุฃَู…ْุฑِู‡ِู…ْ

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. – al-Ahzรขb/33 ayat 36- Terimalah pinangan itu, karena ia tidak akan menyia-nyiakanku. Ketahuilah, aku tidak akan menikah kecuali dengan Julaibib Radhiyallahu anhu !”

Mendengar penuturan putrinya, maka pergilah sahabat itu menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Sesampai di hadapan Rasulullah, iapun berkata: “Wahai, Rasulullah! Aku menerima pinanganmu. Nikahkanlah putriku dengan Julaibib Radhiyallahu anhu “.

Sungguh satu pernyataan yang menunjukkan ketundukan terhadap perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Wanita shalihah ini tidak melihat diri calon pendamping hidupnya, kecuali dengan pandangan agama. Dia sangat memahami, bahwa kemuliaan dan kebahagiaan hidup seseorang hanyalah dengan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Itulah sikap seorang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Perintah Rasulullah selalu didahulukan dari keinginan pribadinya. Dia yakin, keputusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu yang terbaik. Ya, ilmu selalu membimbingnya kepada kebaikan, ketundukan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Tak terperi, kebahagiaan pun meliputi Julaibib Radhiyallahu anhu . Istri yang shalihah akan segera menjadi pendamping hidupnya. Kehidupan baru akan segera ia jalani.

Namun, kiranya angan-angan itu serasa hilang, ketika panggilan jihad megetuk hatinya. Karena pada saat yang bersamaan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum muslimin agar berjihad di jalan Allah. Julaibib Radhiyallahu anhu dalam kebimbangan. Ia bingung manakala harus memilih antara istri shalihah, kebahagiaan, atau mati shahid yang selama ini dicita-citakannya?! Akhirnya, ternyata kerinduan terhadap mati syahid di medan perang menjadi pilihannya.

Maka berangkatlah Julaibib Radhiyallahu anhu menuju medan perang. Dia tinggalkan calon istrinya yang shalihah dan kebahagiaan yang akan segera ia peroleh, demi menyambut panggilan Rabbnya, yaitu berjihad di jalan-Nya.

Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau sangat memberi perhatian kepada para sahabatnya usai peperangan. Biasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan siapa saja yang syahid dalam peperangan itu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya: “Siapa saja yang gugur di jalan Allah?”

Mereka menjawab: ” Fulan dan fulan, wahai Rasulullah”.

Mereka tidak menyebutkan nama yang dicari oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yakni Julaibib Radhiyallahu anhu . Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali menanyakan kepada para sahabat, dan jawaban mereka sama.

Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru: “Sesunguhnya aku telah kehilangan salah seorang sahabatku, Jualaibib. Carilah ia!”

Para sahabat segera mencari jasad Julaibib Radhiyallahu anhu . Dan mereka mendapatkan jasadnya tersungkur. Di sekelilingnya terdapat tujuh jasad orang kafir. Segeralah para sahabat memberitahukan kepada Rasulullah tentang Julaibib Radhiyallahu anhu , maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menghampiri jasadnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di sampingnya dan bersabda: ” Dia telah membunuh tujuh orang ini, kemudian mereka membunuhnya. Sesungguhnya, ia adalah aku, dan aku adalah dia”. Rasulullan n mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian, dengan penuh lemah lembut dan kasih sayang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat jasadnya dan menyandarkan di lengannya.

Para sahabat mempersiapkan liang lahat untuknya, dan Rasulullah terus menyandarkan jasad Julaibib Radhiyallahu anhu di lengannya, sampai akhirnya ia di kuburkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya.

Itulah akhir kehidupan Sahabat Julaibib Radhiyallahu anhu . Beliau menutup lembaran-lembaran amalnya dengan mati syahid di jalan Allah.

Lalu, bagaimanakah dengan wanita shalihah yang siap mendampinginya?

Sepeninggal Sahabat Julaibib Radhiyallahu anhu  , wanita itu menjadi seorang yang kaya raya di kalangan kaum Anshar. Semua itu berkat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Yaitu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya, Allah! Curahkanlah kebaikan untuknya. Dan jangan Engkau menjadikan untuknya kehidupan yang susah”.

Dengan doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, ia mendapatkan keberkahan dalam kehidupannya. Demikianlah hikmah lantaran taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita. Wallahu a’lam.

Marรขji’:
1. Shahih Muslim.
2. Usud al-Ghabah fi Ma’rifati ash-Shahabah.
3. Tafsir Ibnu Katsir.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta

Saran Dr. Tan Shot Yen

Saran Dr. Tan Shot Yen

Info ..yg ingin makin sehat baca ini....#Copas pagi tulisan dari dr Tan Shot Yen yg mungkin bisa menambah pengetahuan dan pola pikir kita dalam menyikapi apa yg terjadi dalam diri kita

Saran Dr. Tan Shot Yen
Lahir di Beijing,
17 Sept 1964 dibesarkan di Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara & lulus

Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991.

Dokter Tan Shot Yen dikenal sebagai seorang dokter yang kritis & sering diundang sebagai pembicara & narasumber di berbagai seminar.

Selain sebagai dokter, dia juga praktisi
~Braingym &
~Quantum, serta
~Hypnoterapist.

Menurut Dr. Tan Shot Yen,
"Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu 'bagaimana'.
Bagaimana caranya

~Menurunkan tensi,
~Menurunkan kadar gula
~Menguruskan badan
~Menghilangkan senewen atau
~Sakit di jemari.

Jika Anda Cuma tanya 'bagaimana', Anda akan jatuh menjadi sekadar Konsumen obat.

Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?" urainya.

Wanita 51 tahun ini memang tak mau punya pasien yang mengharapkan pil atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya.

"Saya mau pasien yang
~Taking ownership of their own body.
Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu menyuruh ini-itu?

Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda."

"Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan?

Apakah setelah mengonsumsi obat dia benar2 sembuh? Jawabannya tidak.

Karena begitu obat berhenti, dia sakit lagi.

Berapa banyak dokter hanya bertanya 'sakit apa' lalu berkata 'ini obatnya'? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskan asal usul penyakit.

Pasien dalam hal ini mengamini saja, padahal pasien harusnya memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya, " jelas dr. Tan.

Sakit adalah Introspeksi

"Sakit adalah introspeksi."
Ketika sakit, saya berhenti & menoleh ke belakang. Apa yang 'jalan' dan 'nggak jalan' selama ini? Nah, menjadi sembuh adalah keberhasilan introspeksi & menemukan cara untuk lebih maju lagi. Dalam fase inilah sesungguhnya peran dokter sangat diperlukan untuk membimbing pasien menemukan kesembuhannya & tidak  hanya meninabobokan pasien dengan segala macam obat.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat.

Akhirnya, obat dijadikan demand/ kebutuhan.
Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk mendapatkan penghasilan lebih yang sebagian besar akhirnya berakhir di atas kertas resep (habis untuk menebus obat – obatan).

Lihatlah berapa banyak orang yang harus berusaha mati2-an demi keperluan berobat salah satu anggota keluarga.

"Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama setelah ditemukannya alat pacu & cangkok jantung,
Tubuh manusia yang tadinya holistic lalu di-pecah2.

Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja.

Kita terlepas dari tubuh, emosi, dan kecerdasan spiritual.

Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin.
Kalau ada yang salah, kita pergi ke bengkel. Dan, rumah sakitlah bengkel terbesarnya.

Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli saja.
Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka sama2 sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan.

Masalahnya, dokter punya arogansi profesi.
Seorang dokter biasanya susah dibilangin & selalu merasa benar," tuturnya lugas.

Inilah beberapa tips sehat ala Dokter Tan.

Semua karbohidrat buruk seperti gula & turunannya,
Terigu, Beras & Pati, akan cepat diubah menjadi gula & masuk dalam peredaran darah.
Kalau ini terjadi terus-menerus, efek lanjutannya adalah menurunnya daya tahan tubuh,
~Kegemukan
~Kolesterol
~Diabetes &
~Penyempitan pembuluh darah.

Sebagai ganti karbohidrat buruk, sayur mentah & beberapa jenis buah bisa menjadi menu yang mengenyangkan & menyehatkan.

Dengan makan sayur mentah & buah, dijamin enzim berguna masih hidup & semua vitamin serta antioksidannya tidak hilang.
Porsinya tentu harus memadai,
Misalnya untuk makan siang (dengan takaran satu dinner plate):
1 ikat selada segar
1 bh timun
1 bh tomat
1 bh alpukat &
1 bh apel.
Sayuran yang kita konsumsi sebaiknya tidak dimasak, karena manfaatnya sudah tidak ada lagi (nilai gizi sudah hilang).

BUAH YANG BAIK untuk dimakan antara lain:
Apel, Alpukat & Pir.

Buah lain seperti
Durian, Mangga, Pepaya & Pisang
sebaiknya dihindari karena kandungan gulanya tinggi.

Satu lagi,
Sebaiknya buah dimakan langsung & tidak diolah terlebih dulu seperti misalnya dijus. Karena dengan dijus, terjadi pengrusakan serat, sehingga yang Anda asup hanya gulanya saja.

BAHAN MAKANAN sebaiknya tidak digoreng, karena bisa menjadi racun dan merusak organ tubuh.

Usahakan makanan dikukus atau dibakar. Jika dibakar, jangan lupa dialasi daun.

PRODUK KEDELAI yang baik adalah
Tempe, Oncom & Tauco.

Sedangkan
Susu kedelai, Kecap & Tahu kurang bagus, karena bisa menjadi pencetus kanker.

BUAH JERUK BAIK UNTUK TUBUH,
karena mengandung anti-oksidan
Tapi jangan dicampur dengan air hangat atau panas, karena bisa berubah menjadi racun.

HINDARI MENGONSUMSI MAKANAN YANG TELAH MELEWATI PENGAWETAN atau dalam kaleng,
karena bisa sebagai pencetus penyakit.

JANGAN PERNAH MERASA TUA,
Karena bisa membuat seluruh tubuh kita terasa semakin tua.
Usia boleh tua,
Tapi pikiran & semangat kita harus tetap muda
Supaya seluruh energi positif mengaliri seluruh tubuh kita.

JIKA ANDA MERASA SAKIT seperti
Flu, Hipertensi, Kolesterol & lain2
coba instropeksi makanan / minuman apa saja yang telah Anda konsumsi sebelumnya,
Lalu hindari
Jangan hanya minum obat, tapi makanan buruk yang Anda asup tidak berubah.

JANGAN TERPAKU PADA PEMIKIRAN BAHWA SEHAT HANYA DARI MAKANAN DAN OLAH RAGA SAJA. Sehat yang sebenarnya adalah
~Sehat secara makanan
~Sehat secara Fisik (olah raga yg benar) &
~Sehat secara pikiran & hati/iman.
Semoga Bermanfaat.

RENUNGAN JIWA

Renungan pencerah Jiwa


Orang Makrifat dan Orang yang belum mengenali dirinya sendiri.

"Barang siapa menyangka bahwa ia mempunyai penolong (pembantu) yang lebih mampu dibanding Allah, maka baru sedikit ia mengenali Allah.Dan barangsiapa menyangka mempunyai musuh yang lebih kejam daripada nafsunya, berarti baru sedikit ia mengenali dirinya".

Maksudnya barang siapa yg menyangka adanya seorang penolong yg lebih dekat kepada diringa daripada Allah SWT maka berarti masih kecil nilai makrifatnya terhadap Allah. Sedanfkan orang yg belum sadar bahwa keganasan hawa nafsunya sendirilah yg selalu mempengaruhi kearah kejahatan dan menjadi musuh yg utama, berarti dia tidak mengetahui bahwasanga nafsu (amarah dan lawammah, bukan nafsul muthmainah) itu musuh yg paling jahat.

(Nashaihul 'Ibad, Imam Nawawi, Nasehat2 Agama kepada Calon2 Penghuni  surga).

Ya Ilahi Rabbi, Engkaulah Tempatnya sumber segala ilmu/informasi/matlamat dan tujuanku, dan Hanya keridhoan-Mulah yang senantiasa menjadi cita-cita ku. Anugerahkan kepadaku, dimanapun itu berada, baik dalam suka dan duka, lapang dan sempit, sehat dan sakit, dalam segala kondisi apapun, untuk selalu dengan tulus-ikhlas dapat mencintai-Mu dan bermakrifat kepada-Mu, Amin 3x Ya Rabbal Alamin.

Lafadz LaiIaha ilalloh dan Sakaratul Maut

Lafadz LaiIaha ilalloh dan Sakaratul Maut


Bismillahirrohmanirrohim
Sgl Puji bagi Allah. Tuhan Seru sekalian alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (QS: Al-Fatiha 1-3)
Katakanlah Allah itu Esa. Allah tempat bergantung. Tdk beranak dan tdk diberanakan. Dan tdk ada sesuatu apapun yg menyerupainya. (QS: Al-Ikhlas : 2-4)

Hasil  SURVEY Ustadz QOMARUDIN Pensiunan RS Islam Bagian Kerohanian Jakarta
______

Lafadz LaiIaha ilalloh dan Sakaratul Maut

Survei ini disampaikan dalam sebuah ceramah yg diisi bukan penceramah kondang dan mahal ... tapi oleh ustadz Komarudin pensiunan pegawai RS Islam Jakarta bagian kerohanian

Salah satu kegiatan yg menjadi tanggung jawab beliau adalah membimbing seseorang untuk mengucapkan kalimat ,,, LA ILAHA ILLALLOH,,, di saat sdg sakaratul maut
Beliau melakukan survey / riset kecil2an yg hasilnya sbb
dari 1000 orang yg sdg mengalami sakaratul maut
Hanya 7 % saja yg mampu mengucapkan Kalimat ,,, LA ILAHA ILLALLOH,,, selebihnya tidak mampu atau hanya 70 orang dari 1000 orang yg mampu mengucapkan  LA ILAHA ILLALLOH

Kemudian Ustadz Komarudin ini bertanya kepada pihak keluarga yg 70 orang  meninggal itu.
Apa saja kegiatan sehari-hari almarhum/almarhumah ini. Ternyata jawaban dr pihak keluarga semua rata2 sama yaitu:
1. Almarhum/almarhumah ini selalu menjaga sholatnya
2. Selalu membaca Al Quran
3. Istiqomah dlm bersedekah, meskipun hanya Rp 5000 perhari
4. Tidak memakan harta dg cara yang batil
5. Tidak memutus tali silahturahmi dg siapapun

Kesimpulan Survey :
Ternyata Perkara mengucapkan kalimat  LA ILAHA ILLALLOH di saat Sakaratul maut bukanlah perkara yg mudah .. sangat sedikit orang yang mampu melakukannya

Semoga survey ini bermanfaat & kita termasuk ke dlm orang-orang yang mendapatkan husnul khotimah...

Ya Allah jadikan sisa hidup ini senantiasa menjalankan perintah-Mu dan senantiasa menjauhkan larangan-Mu.

Ya Allah jadikan hati,  pikiran dan raga khusuk dlm menjalankan ibadah kpd-Mu.

Ya Allah lapangkan Rizki kami, gemarkan hati dan pikiran kami utk berinfaq dan bershodaqoh utk membantu fakir Miskin.

Ya Allah terimalah doa kami
Aamiin yaa robbal'alamiin

AHOK ADA YANG MELINDUNGI, TERNYATA TERBUKTI ?

AHOK ADA YANG MELINDUNGI, TERNYATA TERBUKTI ?


Oleh: Tobroni Ahlusunah

Senin, 24/10/2016 pagi tiba-tiba Ahok datang ke Istana sebelum mendatangi Bareskrim Polri untuk klarifikasi bukan pemeriksaan dihadapan penyidik apalagi buat BAP atas tindak pidana Penistaan Agama. Malah menjadi panggung pembelaan dan politik Ahok seolah sudah selesai masalahnya dengan pernyataan minta maaf.

Tindakan Ahok patut diduga sebagai upaya politik "kekuasaan" untuk  menekan Polri agar tidak memproses kasus hukumnya.

Maka hasilnya terlihat bagaimana sikap Kapolri meski mengajak masyarakat mengawal kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok. Namun, Kapolri minta masyarakat tidak perlu melakukan dengan pengerahan massa.

Karena ada dugaan Polri dan Presiden melindungi Ahok, maka Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI menyeru kepada Umat Islam untuk JIHAD KONSTITUSIONAL bela agama & Negara RI dalam Aksi Bela Islam II "Ayo Penjarakan Ahok" karena: Menista Agama, Menodai Al Quran, Melecehkan Ulama dan Menghina Umat Islam pada Jum'at, 4 Nopember 2016, usai sholat jumat lalu long march dari Masjid Istiqlal menuju Istana Presiden RI. Dengan agenda
"MENDESAK PRESIDEN RI UNTUK PERINTAHKAN POLRI TANGKAP DAN ADILI BASUKI TJAHJA PURNAMA PENISTA AGAMA".

Dengan membaca statement Polri tersebut di atas, maka kita pesimis Polri  TETAPKAN Ahok sebagai tersangka, sebab:

(1) Ada dugaan kuat dibackingi oleh dominasi pemodal yang membayang-bayangi politik "PAKET DWI TUNGGAL JOKOWI AHOK " sejak pilkada 2012 dan Pilpres 2014. Serta rencana besar suksesi 2 priode Jokowi dan Mr. X pada Pilpres 2019 nanti.

Siapa Mr. X itu? Boleh jadi Ahok jika menang Pilkada 2017 nanti. Wagub Djarot Saeful Hidayat nanti naik DKI 1.

(2) Adanya politik pengalihan isu. Misalnya Istana ber"usaha" sekuat tenaga mengalihkan isu dengan sidak ke Kemenhub saat dimana umat Islam dan MUI sedang menggugat terjadi peristiwa bersejarah Ahok dinyatakan bersalah oleh MUI dan demonstrasi besar Umat Islam.

(3) Dugaan adanya intervensi Istana untuk "selamatkan" AHOK terlihat tidak ada komentar apa pun dari Istana. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Meski puluhan ribu Umat Islam melakukan demonstrasi besar-besaran.

(4) Diduga ada politik "Saling Kunci" antara Ahok dengan Istana. Sebab keduanya pernah bersama-sama dalam kontestasi pilgub 2012. Diperkuat statement Ahok sendiri bahwa biaya pilpres adalah bantuan pengembang (pemodal). Itulah kenapa istana diam saja melihat perilaku politik Ahok.

(5) Ahok juga mendapat dukungan politik yang sangat kuat dari Ketua Umum PDIP Megawati. Terlihat bagaimana Ahok bagai seorang "Putera Mahkota" negeri INI bagi Megawati. Seperti saat pendaftaran di KPU bagaimana Megawati pakaikan jas kebesaran partai kepada Ahok.

Padahal Ahok sebelumnya sesumbar akan maju jalur independent tapi tetap saja diusung PDIP, Nasdem, Hanura, Golkar dan PPP Djan Farid.

(6) Yang menarik dukungan Ormas Islam tertentu yang dikenal dengan jargon rohmatan lil alamiin. Baik individu pimpinanya mau pun elit sayap organisasinya nyata-nyata membela AHOK dalam kasus penistaan agama ini. Bahkan tokoh ormas ini melarang ikut demonstrasi ini. Meski fakta di lapangan ternyata bendera ormas tersebut banyak yang ikut mendukung demonstrasi dan fatwa MUI itu.

Melihat fenomena tersebut di atas, membuat Umat Islam pesimis Ahok menjadi TERSANGKA kasus Penistaan Agama. Bahkan kini  melenggang bebas dan mengikuti pengumuman dan pengambilan nomor urut peserta Pilkada Jakarta 2017.

KESIMPULAN

Pertama, bahwa ternyata hukum di negeri ini dapat dikalahkan oleh kepentingan politik. Terbukti agenda pilkada dapat mengalahkan proses hukum pidana Penistaan Agama.

Kedua, bahwa demokrasi yang sesungguhnya menjunjung tinggi suara rakyat, tapi ternyata suara elit partai dan kepentingan pihak tertentu lebih didahulukan. Terbukti meski semua elemen rakyat bahkan kader partai sudah sampaikan aspirasinya. Dapat di-VETO oleh elit dan Ketua Umum partai.

Ketiga, bahwa norma demokrasi suara mayoritas sebagai pemenang. Tidak berlaku, terbukti Jakarta mayoritas Muslim tapi direkayasa dengan survey bayaran, rekayasa opini public, dan penguasaan media yang menentukan nasib warga Jakarta.

Melihat situasi INI, Umat Islam yang MISKIN MEDIA DAN MODAL solusinya adalah:

(1) Manfaatkan Media Sosial untuk melawan media mainstream yang sudah menjadi ANTEK MEREKA. Serta suarakan kebenaran dan her it a sesuai fakta.

(2) Jika diminta turut ambil bagian turun ke jalan untuk suarakan kebenaran dan melawan kezoliman yang mengancam NKRI. Maka rakyat dan  Umat Islam pantang mundur dari panggilan JIHAD demi melawan musuh-musuh Negara RI dan Agama Islam.

Jakarta, 25/10/2016

RENUNGAN HARI RABU 26 OKTOBER 2016

RENUNGAN HARI RABU 26 OKTOBER 2016


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS Ali Imron:118-120)

ES BATU DI TENGKUK LEHER

ES BATU DI TENGKUK LEHER


Inilah Keajaiban Meletakkan Es Batu di Tengkuk Leher yang Tidak Banyak Orang Tahu
Ketika sedang sakit, sebaiknya jangan buru-buru pergi ke dokter atau mengkonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping. Karena sebenarnya banyak metode-metode tradisional dan alami untuk mengatasi berbagai penyakit tanpa menimbulkan efek samping.
Tahukah Anda, bahwa ada suatu tempat di tubuh manusia, di mana jika Anda menempelkan es batu pada titik tersebut selama beberapa saat, dapat sangat berdampak positif terhadap kesehatan Anda.
Tempat tersebut adalah titik tekanan yang terletak di dasar tengkorak tepat di bawah punggungan bawah batok tengkorak di atas leher, atau titik dimana leher dan kepala terhubung. Dalam ilmu Akupunktur Cina titik tersebut dikenal dengan nama Feng Fu, yang artinya “rumah angin”.
Menurut pengobatan tradisional Cina, metode titik Feng Fu tidak untuk mengobati penyakit. Bahkan, ia membawa tubuh kembali pada keseimbangan fisiologis alaminya, memberikan stimulasi emosional yang positif dan meremajakan seluruh tubuh.
Inilah Keajaiban yang Akan Terjadi Jika Anda Menempelkan Es Batu pada Titik Feng FuCobalah melakukan terapi tersebut ketika badan Anda terasa lelah atau kepala terasa pusing, maka Anda akan menemukan diri Anda menjadi ringan, lebih berenergi dan perasaan lelah atau penyakit pun seolah menghilang. Beberapa penderita migrain pun bahkan telah merasakan manfaatnya dan membuktikan sendiri, bahwa melakukan terapi menggunakan metode ini ternyata jauh lebih cepat dan efektif mengatasi migrain dibandingkan dengan konsumsi obat-obatan.
Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan untuk melakukan terapi ini hanyalah menempatkan es batu pada titik Feng Fu dan tahanlah disana selama 10 hingga 20 menit. Pada awalnya mungkin Anda akan merasa dingin selama 30-40 detik, tapi perlahan-lahan titik tersebut akan mulai menghangat.
Menempelkan es batu pada titik Fung Fu berkhasiat untuk:
1. Mengatasi sakit kepala dan migrain
2. Meringankan sakit gigi dan nyeri sendi
3. Menciptakan efek relaksasi
4. Membangkitkan energi dan mengusir kelelahan
5. Meningkatkan kualitas tidur Anda
6. Memperbaiki sistem pernapasan dan sistem kardiovaskular Anda
7. Mengatasi Asma
8. Mencegah sering pilek dan hidung meler
9. Mengatasi gangguan neurologis dan perubahan degeneratif pada tulang belakang
10. Memperbaiki sistem pencernaan
11. Menyembuhkan infeksi saluran pencernaan dan infeksi menular seksual
12. Mengatasi gangguan pada saluran pencernaan, obesitas dan malnutrisi
13. Mengatasi gangguan kelenjar tiroid
14. Membantu masalah arthritis, hipertensi dan hipotensi
15. Menghilangkan selulit
16. Mengatasi gangguan menstruasi, impotensi, frigiditas, endokrin, infertilitas.
17. Mengatasi gangguan psiko-emosional, stres, kelelahan kronis, depresi, insomnia.
Luar biasa sekali bukan? Sayangnya terapi dengan metode Feng Fu ini masih belum banyak diketahui oleh banyak orang, oleh karena itu sebarkanlah supaya orang lain juga dapat merasakan manfaatnya. Semoga bermanfaat.

SAKIT MENGUJI KESABARAN

SAKIT MENGUJI KESABARAN


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Syukur kita ucapkan kpd Allah swt yg telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kpd kita.

Nabi SAW bersabda, “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah SWT bila menyenangi suatu kaum, Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka ia mendapatkan manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka ia mendapatkan murka Allah.” (HR At-Tirmidzi)

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, baik ringan, sedang maupun berat. Nabi dan rasul saja pernah mengalami sakit, apalagi manusia biasa. Nabi Ayub AS, misalnya, diceritakan mengalami sakit kulit bahkan selama puluhan tahun.

Tetapi, beliau tetap sabar dan terus berdoa kepada Allah SWT, tidak pernah mengeluh apalagi memprotes Allah. Beliau sadar, itu adalah ujian dari Allah SWT. Benar saja, akhirnya, setelah sembuh, Allah memberikan banyak sekali karunia rezeki kepada keluarga beliau.

Sakit sesungguhnya menguji kesabaran seseorang. Semakin orang sakit sabar dalam sakitnya, semakin Allah SWT menyukainya. Sayangnya, ada orang yang saat diberi sakit agak lama, tidak sabar, lalu mencela, mengumpat dan marah-marah, misalnya kepada dokter, perawat, rumah sakit, atau yang lainnya.

Orang seperti demikian hakikatnya tidak marah terhadap orang lain, tetapi marah kepada Allah. Allah SWT yang memberi ujian sakit, dan Dia juga yang akan menghilangkannya. Lantas, bagaimana ciri orang sabar saat sakit?

Pertama, tetap optimistis atau tidak putus asa dan yakin bahwa Allah SWT pasti akan memberikan kesehatan, dengan terus berikhtiar berobat. Allah SWT berfirman dalam Alquran, mengutip pesan Nabi Yaqub kepada putra-putranya yang akan dikirimkan ke negeri Mesir guna menemui Yusuf, “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS Yusuf [12]: 87). Putus asa justru akan semakin menambah beban orang yang sakit secara psikologis setelah sakit fisik. Optimisme penting bagi orang sakit.

Kedua, yakin bahwa Allah SWT tidak memberikan beban kecuali sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang, terutama terhadap orang beriman.  Allah SWT berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah [2]: 286).

Ketiga, selalu berdoa meminta kesembuhan kepada Allah dan berzikir mengingat-Nya. Allah Mahadekat, dan akan mengabulkan doa. Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS Ghafir [40]: 60).

Sakit menguji kesabaran seseorang. Sabar itu sesungguhnya adalah salah satu bentuk ikhtiar meminta pertolongan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Mintalah pertolongan dengan sabar dan mengerjakan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah [2]: 153). Wallahu a’lam.

Dmk sahabat ttg sakit sebagai ujian kesabaran.

ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Selamat beraktivitas  smg sukses.
Sumber : Nur Faridah dalam REPUBLIKA CO ID

NASEHAT PAK DIN SYAMSUDDIN

NASEHAT PAK DIN SYAMSUDDIN UNTUK KITA


. Semalam sehabis pengajian di rumahnya Pak Din Syamsuddin, dlm ngobrol2 Pak Din menjelaskan soal hukum memilih pemimpin kafir. Menurutnya surat al Maidah ayat 51 sdh jelas. Hukumnya haram. Gak bs ditafsir lain. Gubernur adalah jabatan yg sangat menentukan dlm pengambilan keputusan.

 Dlm sejarah Islam, katanya, memang ada pemimpin non Muslim. Tp, tdk di posisi yg menentukan. Mengangkat kepala biro boleh, krn msh di bawah kendali gubernur.

Pendapat Pak Din tsb sama dg mayoritas anggota MUI dan soal ini sdh diputuskan MUI.

Yg lbh mengerikan lagi, kata Pak Din, adalah agenda Cina Tiongkok yg jg mem-back up Ahok. Bkn cuma taifan reklamasi. Cina ingin menguasai dunia, termasuk Indonesia, menguasai dan sekaligus menghancurkan. Pulau reklamasi akan jd pintu msk penyelundupan dan itu sebabnya diiklankan di Cina.

Bila Ahok menang, ia diagendakan jadi RI 2 th 2019 nanti.
Parpol2 besar sdh diikat dan tersandera oleh pemodal.

Maka, satu2nya cara adalah berjuang memenangkan dua cagub Muslim di putaran pertama. Minimal jaga sekeliling kita dan keluarga besar kita. *Pilgub DKI ini memang jihad fisabilillah.*

Negeri ini dibangun lewat darah muslim. Maka jangan sampai kita serahkan leher kita ke non muslim.```

PERTEMUAN AKTIVIS KAHMI DENGAN KAPOLRI

Dibawah ini hasil pertemuan aktivis Kahmi dgn Kapolri

Hasil2 dialog dgn kapolri 24 okt 2016 jam 20.00-23.30 wib ttg kasus ahoak  sbb:

➡1. polri menganggap kasus 27 sept 2016 ttg sttment ahoak di kep seribu dan keluarnya fatwa mui ttg penistaan agama (alqur'an ) dan penistaan thd ulama bermuatan politik.

➡2.ahoak  dilaporkan sebagian masyarakat indonesia setelah ucapannya tsb (27 okt 2016) adalah salah balongub dki jkt dan tgl 24 okt 2016 sore sudah ditetapkan sebagai cagub dgn cawagubnya djarot walaupun tdk hadir pd sidang pleno kpud prop dki jkt dan dinyatakan  resmi dan sah sebagai paslon cagub/wagub prop dki.

➡3. kemaren senen 24 okt 2016 ahoak mendatangi bareskrim dlm rangka menjelaskan duduk perkara ucapannya di kep seribu tsb.. kapolri sampaikan "eeh belum kita panggil u/ diperiksa ybs sudah datang u/ berikan penjelasan".

➡4. polri menangani kasus ini berpedoman pd protap n mekanisme yg berlaku di kepolisian dan dlm hal ini polri berpegang pd perkap (peraturan kapolri) kapolri katakan "silahkan perkap yg setingkat menteri ini di chalenge".

➡5.dlm proses penanganan masalah ini polri menganggap :

5.1.fatwa mui belum final dan polri akan mengundang para ahli al ahli bahasa, ahli agama .

5.2. dimungkinkan terlapor (ahoak) mengajukan saksi ahli, begitupun pelapor dipersilahkan mengajukan saksi ahli lainnya..

5.3. dipersilahkan masyarakat mengontrol proses kasus ini.

➡6.kapolri katakan "polri akan bertindak profesional dan akan bekerja bebas dri tekanan siapapun".

➡7.polri tdk akan bertindak gegabah mengikuti kemauan sebagian masyarakat yg inginkan terlapor ditangkap dgn alasan:

7.1.jika ditangkap berarti polri masuk dlm urusan politik.

7.2.bagaimana jika dlm pemeriksaan setelah mendengar keterangan saksi
(hadirin pd acara tsb), analisa bukti2,keterangan saksi ahli dsbnya dan ternyata terlapor tdk bersalah.. kan polri jadi repot.

➡8.polri berharap jika ada aksi tgl 4 nop 2016 tdk terjadi chaos.

➡9.kapolri jelaskan protap penanganan aksi demo jika demo dihadiri 5.000 org maka polri siapkan minimal 3-4 ribu anggota.
Begitu dulu ya laporannya..

CONTOH MEMPERSATUAKN

 CONTOH DARI NABI

Ada pelajaran sangat berharga bgmn menyatukan umat dari Rasulullah saw ketika meletakkan batu hazar aswad dikabah.dmn...kabilah2, ibarat banyaknya Partai Islam yg ada, dmn kesepakatannya siapa yg paling awallah adalah yg berhak meletakan batu hitam tsb. Indah sekali.ternyata...Figur sosok kepemimpinan Rasulullah saw..berhasil menjadi teladan media, jembatan persatuan dalam keberagaman kepemimpinan umat.

Pelajaran dan pesan apa yg bisa kita petik... tokoh teladan...pemersatu roh spiritual ini yg sepertinya..skrang harus kita lahirkan dan dalami, dg berdoa kepada Allah Swt, agar ditunjukkan  wujud dan eksistensi spiritualnya dan diterjemahkan sbg unsur riil fundamental kekuatan rohaniyyah pemersatu berbagai partai Islam yg ada...

Ternyata Rasulullah yg duluan datang...dan track records yg paling dipercaya, amanah dan sidiq. Tapi selanjutnya, Rasulullah saw menghargai dan menghormati semua kekuatan n eksistensi kabilah dg memegang ujung bagian ikat kepala Rasul, dan Rasul meletakkan batu hitam ditengahnya...diangkat bersama2, bersatu dlm kebersamaan dan keberagaman, diangkat, dan diletakkan pd tempatnya.

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai seorang yang mempunyai akhlak mulia (akhlakul karimah). Kemuliaan akhlak Muhammad SAW diakui oleh masyarakat Mekkah dengan menggelari beliau sebagai Al-Amin (The most trusted person, orang yang paling terpercaya). Bukan dari kalangan manusia, Allah pun memuji keluhuran akhlah beliau sebagaimana dalam firman Nya sebagai berikut :

ูˆَุฅِู†َّูƒَ ู„َุนَู„ู‰ ุฎُู„ُู‚ٍ ุนَุธِูŠู…ٍ

Artinya : “Sungguh, engkau mempunyai aklaq yang agung” ( QS. Al-Qalam, 68:4 ).

 Bukti pen-takhrifan, pengakuan masyarakat pada kejujuran akan gelar kepemimpinan “Al-Amin” diatas dapat terlihat pada kisah sejarah dibawah ini :

“Suatu hari ditahun 606 M. Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as. – dikota Makkah, sudah mulai reyot. Keadaan semakin parah, ketika banjir bandang melindasnya. Masyarkatpun berkumpul, bergoton royong untuk memperbaikinya. Awalnya, rukun-rukun saja.

 Tapi ketika renovasi menjelang rampung, muncul masalah, Hajar Aswad jadi rebutan. Siapakah yang mendapat kehormatan untk meletakkan kembali Hajar Aswad ?

Semua kepada sukupun ingin  sekali medapat kehormatan itu. “Kamilah yang berhak meletakkannya” kata salah seorang kepala suku.”Tidak, kamilah yang berhak, kata kepala suku yang lain. Perdebatan dan percekcokan tak sebatas perang mult saja. Mereka nyaris ada otot, berantem. Bila tidak ada yang melerai, bisa jadi adu anggar dan nyawa sebagai taruhannya. Untunglah, ada seorang yang bijaksana tampil kemuka. 

Orang tersebut punya pendapat jitu, “Siapa yang lebih dulu datang, dialah yang berhak meletakkan batu hitam ini”. Semua orang yang hadir, juga yang sedang bersitegang itu, setuju. Nampaknya kemujuran diraih oleh seorang lekaki muda, tanpan, berkulit bersih, dan berusia 35 tahun. Ia dikenal sebagai pemuda yang jujur, bermoral tiunggi. Kemujuran yang diraih oleh orang muda itu, sangatlah dimaklumi oleh semua warga. Tapi lelaki muda tersebut tak henDedak sendirian. Ia memperhatikan suara “arus bawah”, suara orang banyak.

Dengan senyum dikulum, dan sorot mata yang selalu menyinarkan kasi sayang, lelaki muda itupun melepaskan sorbannya, digelarkannya ditanah. Si Hajar Aswad itupun diletakkan diatas sorban. Lalu, semua semua kepala suku diminta berkumpul. “Sekarang, mari kita angkat sorban ini bersama-sama”, kata lekaki berwajah cerah itu. Semuanya pun bersetuju, tanpa terkecuali.Ketiba tiba saatnya batu Hajar Aswad akan diletakkan pada tempatnya, lelaki muda itulah yang mengambil dan meletakkannya. Bar.....semua bernafas lega.

Mereka puas, tanpa meninggalkan goresan kebencian. Dan, lekaki muda tanpan dan murah senyum itu tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW”(Abdul Badi’ Shaqar, 1994, Dalam Buku “Kepemimpinan Islam, Serpihan Dokumen Tokoh-Tokoh Salaf”).

 Rasulullah SAW memang role model ustwatun khasanah, termasuk dalam kepemimpinan sebagaimana Allah SWT pun mengokohkannya dalam firman-Nya dibawah ini :

ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃُุณْูˆَุฉٌ ุญَุณَู†َุฉٌ ู„ِّู…َู† ูƒَุงู†َ ูŠَุฑْุฌُูˆ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุขุฎِุฑَ ูˆَุฐَูƒَุฑَ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุซِูŠุฑًุง

Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia    banyak menyebut Allah  ( QS. Al-Azhab, 33:21 ).

AKU BUKAN MUSLIM CICAK

"Aku Bukan Muslim Cicak"


Berita Islam 24H - Tulisan ini sangat bagus, tidak diketahui siapa penulisnya. Bahasanya meruntuhkan stigmatisasi teologis yang keras. Pesan moral pada akhir tulisan  sangat mencengangkan bagi umat Islam pendukung Ahok. Berikut kisah selengkapnya:

Sewaktu ditanya perihal video viral di medsos soal Pendeta Timotius Arifin Tedjasukmana (dengan kesaksian Ibu Yully) yang mengarahkan jemaatnya kaum kristiani untuk memilih Ahok sebagai Gubernur DKI pada Pilkada 2017 nanti (bahkan terus berlanjut sampai ke kursi RI 1 pada tahun 2019), saya bilang itu hal yang lumrah dan alami dan itu bukanlah masalah SARA. Itu artinya Pdt. Timotius dan Jemaatnya yang memilih Ahok pada saat Pilkada nanti adalah Pemeluk Kristiani yang taat dan baik.

Karena memilih Ahok yang seiman dengan mereka adalah hal yang bisa difahami baik secara psikologis apalagi secara agamis.

Kalau Made, Wayan, atau Nyoman memilih I Made Mangku Pastika sebagai Gubernur mereka itu menandakan bahwa mereka adalah pemeluk agama Hindu yang baik. Itu naluri alamiah dan bukan SARA .

Bagi Warga Indonesia yang tinggal di Inggris , pasti akan tetap menjagokan kesebelasan PSSI yang bertanding di Inggris melawan kesebelasan Nasional Inggris, meskipun sadar kemampuan kesebelasan Nasional kita jauh dibawah kemampuan kesebelasan Nasional Inggris. Itu karena sentimen kebangsaan. Meskipun PSSI kalah, mereka tetap dihormati. Itulah kekuatan fanatisme yg berlatar belakang pada rasa kebangsaan. Apalagi kalau sudah menyangkut masalah sepersaudaraan atau sekeyakinan, ikatan fanatisme itu pasti akan jauh lebih kuat lagi.

Karena itu tidak mengherankan bahwa survey menyebutkan tidak ada kaum kristiani atau Yahudi yang memilih pemimpin di luar agama yang mereka anut (ketika ada calon pemimpin Kristen yg ikut pemilihan). Memilih pemimpin yang seiman dengan mereka bukan hanya menyangkut masalah naluri dasar kejiwaan saja tetapi juga merupakan implementasi dari ajaran kristinani yang ganjarannya adalah pahala dari Tuhan. Karena dengan memilih pemimpin yang seiman, itu artinya ikut andil dalam menyalakan sinar Terang Tuhan Yesus di Bumi Nusantara ini. Karena itu Pdt Timotius Arifin dan Jemaatnya adalah Penganut Kristiani yang baik dan pintar.

Sekarang bagaimana dengan sikap Umat Islam di dalam memilih pemimpin ?.

Apakah kita ini pemeluk agama Islam yang baik ?

Apakah kita ini adalah umat yang pandai dan cerdas dalam merealisasikan ajaran agama kita ?.

Saya tidak ingin memakai referensi Surat Al Maidah ayat 51 di dalam menentukan pilihan pemimpin, karena ayat tersebut ternyata tiba-2 saja sudah masuk ke ranah khilafiyah. Saya lebih suka mengutip Surat Al Hujuroot 49 ayat 10 dan Hadits Rosulullรฃh SAW dalam panduan memilih pemimpin.

1. Allรฃh SWT berfirman:


ุงِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ุงِุฎْูˆَุฉٌ ูَุงَุตْู„ِุญُูˆْุง ุจَูŠْู†َ ุงَุฎَูˆَูŠْูƒُู…ْ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُุฑْุญَู…ُูˆْู†َ❤

"Sesungguhnya orang-2 mukmin itu bersaudara*, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan ber-taqwa-lah kepada Allรฃh agar kamu mendapat rahmat." (QS. 49 : 10)

2. Dalam permisalan yang indah, Rosulullรฃh SAW menggambarkan ikatan persaudaraan itu sebagai suatu bangunan yang kokoh seperti sabda beliau “Permisalan kaum mukminin dalam sikap saling mencintai, dan saling kasih sayang mereka sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan sakit, seluruh anggota badan ikut merasakan, dengan tidak bisa tidur dan demam” (HR Muslim dari sahabat Nu’man bin Basyir).

Nampak dengan jelas bahwa sesungguhnya Allรฃh SWT telah mempersatukan kita dalam satu ikatan yang berlandaskan atas keimanan dan persaudaraan.

3. Telah memberitakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah memberitakan kepada kami Yunus bin Muhammad dari Jarir bin Hazim dari Nafi' dari Sa`ibah bekas budak Al Faqih bin Al Mughiroh, bahwa dia menemui ‘Aisyah r.ha dan melihat di dalam rumahnya ada panah yang tergantung, maka ia pun bertanya,

"Wahai Ummul Mukminin, apa yang kamu perbuat dengan benda ini ?"

‘Aisyah r.ha. menjawab,

"Untuk membunuh cicak, sebab Nabi SAW telah mengabarkan kepada kami bahwa ketika Ibrohim di lemparkan ke dalam kobaran api, tidak ada satupun dari bintang melata yang tidak berusaha mematikan api, kecuali cicak. Bahkan ia berusaha menghembuskan agar api itu tetap menyala, maka itu Rosulullah SAW memerintahkan kami untuk membunuhnya." (Sunan Ibnu Majah 3222)

PESAN MORAL :

Ketika Nabi Ibrahim a.s. dibakar dalam lautan api yang sangat besar atas perintah Raja Namrudz, secara spontan banyak binatang yang mencoba memadamkan api dengan air semampu yang mereka bisa. Salah satunya adalah burung pipit yang tanpa putus asa bolak-balik membawa air diparuhnya yang kecil. Ketika teman-temannya bertanya apa mungkin dia mampu memadamkan kobaran lautan api yang sangat besar hanya dengan beberapa tetes air dari paruhnya, maka burung pipit menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya itu setidak-tidaknya menjelaskan di fihak siapakah sesungguhnya dia berada.

Cicak jelas berkiblat kepada kekuasaan yang dimiliki oleh Raja Namrudz, sedangkan burung pipit, semut dan binatang melata lainnya berkeyakinan pada kekuasaan Allรฃh. Meskipun nampaknya usaha mereka seperti sia-sia, tetapi akhirnya dengan nashrum_minallรฃh (pertolongan Allรฃh) maka padamlah api tadi dan Nabi Ibrahim a.s. memperoleh kejayaan dan kemuliaan.

Bagaimana nasib Raja Namrudz ?

Mati dengan cara mengenaskan.

Sementara nasib cicak si pembela kekuasaan Raja Namrudz ?

Menjadi binatang terkutuk seumur hidupnya.

Seperti halnya burung pipit, seperti juga semut, saya sesungguhnya bukan siapa-siapa bahkan bukan pula warga DKI dan tidak akan ikut terseret dalam hiruk pikuk Pilkada DKI nanti. Tetapi melalui tulisan ini, tolong saksikan di Padang Masyhar nanti, bahwa "saya bukanlah muslim cicak:.

Telah aku sampaikan Yaa Allah!